Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Hi everyone!
A few weeks ago (exactly about 30 weeks ago), I have read a great book that entitled Hafalan Shalat Delisa. It's a story about a very young girl called Delisa, she lives in Aceh and unfortunately she face the great tsunami disaster that kill her entire family except her father. In a few day after the tsunami, Delisa must survive to live with a broken leg until someone find her.
This story is very touching, you need one big box tissue when you read it. :p
And I just copied some words from this book that had great meaning, personally. But I don't translate it to English because I'm afraid I will reduce it's true meaning (alias malas).
Big thanks to Allah SWT who let me live to read this book, Tere-liye who write this book, and my best friend Akbar Khashemi Hamzah who lent me this book.
Indah sekali, kerudung itu sungguh bagai terbuat dari air. Ya Allah, jadikan ia sebagai kerudung yang akan dipakai "perhiasan terbaikku". Pinjamkan ia di atas kepala kekasih dunia-akheratku.
Kau memiliki lebih banyak teman dibandingkan seluruh dunia dan seisinya.
Semua manusia yang masih memiliki hati di dunia ini akan selalu merasa dekat dengan siapa saja yang kebetulan sedang tertimpa musibah.
Sungguh setelah kesulitan akan ada kemudahan! Sungguh setelah kesulitan akan ada kemudahan. Itu janjiMu yang tertoreh di atas kitab suci. Sungguh tak ada keraguan di sana! Bagaimanalah orang-orang tak mempercayainya? Itu kata-kataMu. Janji dari Maha-Pemegang Janji!
Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu....
Katakanlah wahai semua pecinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kerinduan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah Yang Maha Mencinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya. Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tidak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.

No comments:
Post a Comment